Sosial Budaya

Harmoni Akhlak dan Kesehatan Mental dalam Kehidupan Modern

Akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluk yang artinya tingkah laku atau tabiat. Akhak sendiri berarti sutu tingkah laku, sikap, perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Namun akhlak bukan hanya tingkah laku yang baik saja tapi mencerminkan nilai nilai atau norma norma yang ada dalam masyarakat. Akhlak terdiri diri 2 macam yaitu akhlak mahmudah dan mazmumah. Akhlak mahmudan itu adalah akhlak yang terpuji atau baik misalnya dengan berbuat jujur, sabar, pemaaf, rendah hati, bersyukur dan lainnya. Sedangkan akhlak mazmumah adalah aklak tercela atau buruk seperti contoh iri, dengki, riya, berbohong, takabur dan lainnya.

Mental adalah suatu prermasalahan yang berkaitan dengan psikologis termasuk dari pikiran, perasaan, atau kemampuan kongnitif seseorang. Sedangkan kesehatan mental ialah suatu kondisi kesejahteraan mental yang di dalamnya mencangkup emosi, pikraan, atau kejiwaan sesorang. Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraaan dan kebahagiaaan setiap individu, yang berpegaruh pada cara berpikir, bersosialisasi, maupun dalam tingkah laku. Ketika seseorang menjaga kesehatan mentalnya maka akan bisa mengontrol stress atau emosi dan dapat membuat keputusan yang baik. Sebaliknya jika seorang tidak bisa menjaga kesehatan mental maka akan berdampak buruk terhadap kualitas hidup seperti prokduktivitas dan lainnya. Ada beberapa jenis gangguan mental antara lain depresi, kecemasan yang berlebihan, psikologis, stress akibat trauma yang pernah dialami dan lainnya. Ganguan kesehatan mental bisa ditangani dengan psikoterapi, meminum obat,stimulasi otak dan lainnya. Mencegah gangguan kesehatan mental bisa dengan membantu orang secara tulus, berpikir secara positif, menjaga hubungan yang baik kepada orang, dan meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah.

Akhlak yang baik dapat membangun dan membuat mental menjadi positif, sedangkan kesehatan mental yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Pada tulisan ini, akan membahas bagaimana akalak yang baik dapat menciptakan kesehatan mental yang baik juga. Begitupun sebaliknya, jika kesehatan mental terjaga atau baik dapat mendukung akhlak yang positif juga.

Al-Gazali mengatakan bahwa manusia yang mengalami gangguan kesehatan mental berarti seseorang tersebut dalam keadaaan sakit, kecuali manusia yang dikehendaki Allah SWT seperti nabi dan rasul. Contoh hubungan kesehatan mental dan akhlak dapat berpengaruh seperti, menjalin hubungan sosial yang positif, ketika seseorang berperilaku yang baik, itu akan menjadi penarikkan energi positif dalam hidup mereka. Hubungan sosial yang sehat menjadi dukungan emosional yang penting, yang dapat mengurangi resiko terkena gangguan mental seperti kecemasan atau depresi. Yang kedua dapat mencari tujuan atau makna dalam hidup, ketika seseoarang melakuakan perbuatan baik, maka seseorang tersebut akan berpikir lebih tinggi terhadap nilai nilai yang dilakukan, dan ini memberikan kepuasan tersendiri, yang dapat membuat mental menjadi baik. Misalnya dalam kegiatan bakti soial yang mendorong kita untuk membantu orang yang kesusahan dan itu memberiakan rasa serta makna yang kuat, untuk meningkatkan kepuasan dalam hidup. Yang ketiga dapat menurunkan tingkat stres, perbuatan baik dapat  membantu kita dalam mengurangi stres. Jika seseorang melakukan kebaikan untuk orang lain, bukan hanya orang lain itu merasakan kebaikan tapi juga pada diri sendiri. Inilah yang menciptakan pengaruh positif terhadap kesehatan mental. Selain itu, seseorang yang memiliki akhlak baik akan cenderung mampu mengatasi masalah, konflik, ataupun tantangan  dimana itu dapat mengurangi stress. Yang terakhir sebagai pengembangan diri, akhlak yang baik mendorong kita untuk selalu memperbaiki diri. Proses pengebangan diri tidak hanya untuk meningkatkan akhlak, namun dapat berkontribusi pada kesehatan mental yang baik, karena individu lebih percaya diri dan mampu berkembang.

Adapun cara dari Al-Gazali membina kesehatan mental melalui pembinaan akhlak yaitu,

  1. Mujahadah atau bersungguh sungguh

Mujahadah memiliki arti bersungguh sungguh dalam mencapai tujuan. Secara lebih luas memiliki arti bersungguh sunggu dalam memerangi hawa nafsu atau segala keinginan. Maka dapat disimpulkan, bahwa mujahadah yang berarti usaha usaha yang mengurangi atau menghindari perilaku perilaku buruk yang dapat ditimbulkan dari hawa nafsu seperti amarah. Imam AL-Ghazali mengibaratkan bahwa manusia adalah sebuah kerajan, dimana jiwa itu rajanya, tubuh sebagai wilayah, dan panca indra sebagai tentara. Raja selalu membawa kejalan kebaikan,sebaliknya hawa nafsu membawa keburukan. Maka dari itu kekuasaan raja harus lebih tinggi dari hawa nafsu.

  • Tazkiyah an nafs

Tazkiyah sendiri memiliki arti penyucian terhadap jiwa yang sedang sakit. Secara keseluruhan tazkiyah an nafs berarti membersihkan jiwa dari kemusrikan dan menambah kesucian dengan ajaran tauhid.

  • Riyadhah (Latihan)

Maksud dari latihan sendiri ialah latihan rohani untuk menyucikan jiwa dengan memerangi keinginan keinginan tubuh. Proses yang dilakukan adalah pengosongan dan penyucian jiwa terhadap sesuatu selain Allah. Contoh dari amalan riyadhah adalah mengurangi makan, mengurangi tidur untuk shalat malam, mengurangi perbuatan yang tidak berguna, menjauhi pergaulan yang salah dengan orang banyak, agar terhindar dari dosa. Riyadhad yang  biasa dilakukan antara lain, bertobat, seseorang harus menyesali perbuatan perbuatan yang salah dengan berdzikir aatau wirid. Untuk memantapkan tobatnya dia harus zuhud, ia harus menjauhkan diri dari dunia materi dan berfokus pada ibadah. Bersabar, dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan  Allah, ia juga harus bersabar atas cobaan atau ujian yang datang kepadanya. Tawakal, ialah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Ridha, ialah tidak menentang atau mengeluh terhadap cobaan yang terjadi padanya, bahkan menerimanya dengan sepenuh hati.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hubungan kesehatan mental dan akhlak yang baik diantaranya, faktor lingkungan sosial, faktor pendidikan, dan faktor budaya. Faktor lingkungan contohnya lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah atau lingkungan lainnya yang dapat menjadi wadah dalam membina akhlak yang baik agar tercipta kesehatan mental yang baik juga dan dapat belajar bagaimana berinteraksi secara positif dengan orang lain. Lingkungan sosial berperan penting dalam pembentukan akhlak dan kesehatan mental. Namun sebaliknya jika lingkungan itu toxic dapat menghambat pembentukan akhlak dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental.

Yang kedua faktor pendidikan, pendidikan berperan sangat penting dalam mengajarkan nilai nilai akhlak. Selain akhlak pendidikan juga menekankan kepada kesehatan mental yang dapat mengenali setiap individu individu tentang tanda tanda masalah mental dan mencari cara atau bantuan untuk mengatasi hal tersebut.

Yang ketiga ada faktor budaya, budaya dapat mempengaruhi pemahaman tentang kesehatan mental sekaligus akhlak. Mengapa? Karena dalam budaya pasti memiliki norma norma atau nilai nilai yang berkaitan tentang perilaku yang baik dan kesehatan mental. Misalnya dalam budaya kita berhubungan sosial pada komunitas tertentu sangat ditekankan, sementara dibudaya lain lebih memilih individualisme. Dengan memahami konteks budaya kita dapat membantu dalam memahami bagaimana akhlak dan kesehatan mental berkaitan satu sama lain.

Kesehatan mental dapat mendukung perilaku positif, orang yang memiliki emosional yang baik akan menunjukkan kebaikan dan empati kepada orang lain. Beberapa dampak positif yang dapat ditimbulkan dari kesehatan mental dan akhlak yang baik seperti, memiliki ketahanan emosi yang baik, melatih kemandirian dan tanggung jawab, dan dapat meningkatkan rasa syukur. Orang yang sudah bisa mengelola emosi dengan baik berarti dapat mengatasi sres dengan lebih baik dan dapat mendorong seseorang untuk berperilaku baik. Dengan mengontrol emosi memungkinkan kita untuk tetap tenang dan tidak merespon masalah dengan kepala yang panas dan mereka juga dapat lebih mudah untuk menunjukkan empati ataupun pengertian.

Dapat melatih kemandirian dan tanggung jawab, kesehatan mental yang baik mendorong seseorang untuk bertanggung jawab atas segala tindakan yang mereka perbuat. Mereka akan berpikir dampak apa yang ia terima dari perilaku mereka terhadap orang lain dan beruaha untuk berbuat baik. Tanggung jawab ini merupakan bagian yang penting dan ketika sudah seimbang dengan mental, mereka lebih mampu untuk bertindak dengan akhlak yang baik

Dapat meningkatkan rasa syukur, setiap individu yang bersyukur cenderung lebih bahagia dan mampu menghargai hal hal kecil yang ada disekitarnya. Dengan ini ada hubungan yang baik antara rasa syukur dan akhlak.

Mengingat ada hubungan erat antara kesehatan mental dan juga akhlak, maka perlu dilakukan tindakan untuk meningkatkan kedua aspek tersebut. Ada beberapa tindakan yang harus diperhatikan meliputi, pendidikan karakter, dukungan sosial, dan melakuakan kegiatan atau pelatihan dalam ketampilan emosional. Dalam hal pendidikan karakter di sekolah, sekolah dapat memantu anak anak bahkan remaja untuk memahami pentingnya akhlak yang baik. Dengan mengajarkan nilai nilai yang positif seperti, empati, sabar, kejujuran, tanggung jawab dan lainnya, yang tidak hanya membentuk indivdu untuk memiliki akhlak yang baik, tapi juga dapat menimbulkan kesehatan mental yang baik juga.

Selanjutnya ada dukungan sosial, dukungan yang baik dapat membantu individu dalam membangun hubungan sosial yang sehat juga. Melalui kegiatan kegiatan atau program lainnya dimana individu dapat belajar bagaimana berinteraksi secara baik dan sehat dengan orang lain, yang dapat meningkatkan aspek kesehatan mental dan juga akhlak.

Yang terakhir dapat melakukan kegiatan atau pelatihan dalam ketrampilan emosional, ketampilan emosonal meliputi manajemen stress dan pengembangan empati, dimana kedua aspek tersebut dapat membantu individu dalam meningktkan kesehatan mental mereka. Ketika seorang individu merasa baik dalam hal emosional, maka mereka akan lebih mungkin dalam menunjukkan perilaku akhalak yang positif. Dapat juga dilakukan pelatihan terhadap tenaga pendidik. Dengan tindakan tindakan tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan yang baik dalam kesehatan mental tetapi juga dapat memperkuat akhlak dalam kehidupan di masyarakat.  

Hubungan antara akhlak dan kesehatan mental sangat penting dan saling melengkapi. Akhlak yang baik dapat berkontribusi pada kesehatan mental yang baik pula melalui pembentukan hubungan sosial yang positif dan pengurangan stress. Begitu pula sebaliknya jika kesehatan mental kita baik dapat mendukung perilaku atau akhlak yang baik pula melalui ketahanan emosional, tanggung jawab, dan rasa syukur.

Untuk mencapai keseimbangan antara akhlak dan juga kesehatan mental perlu dilakukan dukungan sosial, dapat melalui pendidikan, ataupun melalui pelatihan ketrampilan emosional. Dengan itu kita dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang baik dan juga beretika. Upaya yang dilakukan secara bersama dapat meningkatkan akhlak dan kesehatan mental yang akan membawa dampak positif bagi dirinya sendiri secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *