Opini

Pendidikan Akhlak Di Sekolah

Akhlak mencerminkan kualitas pribadi. Banyak anak bangsa yang mampu lulus pendidikan akademik dengan nilai yang hampir sempurna. Tapi sayangnya hanya sedikit yang memiliki akhlak yang baik. Hasilnya, mereka tidak bisa berkembang dengan baik di dunia pasca sekolah. Ada yang bermalas-malasan saat bekerja. Ada yang suka menyelipkan uang perusahaan. Ada yang menerima uang hadiah dari mitra, padahal jelas tertulis pada lembar surat perjanjian perusahaan tidak boleh menerima hadiah dari mitra. Perilaku-perilaku tersebut jelas merugikan orang lain.

Akhlak mampu mengendalikan pergaulan. Seperti yang sudah banyak beredar di berita-berita online dan televisi, banyak anak muda yang tawuran, bunuh diri, narkoba, seks bebas dan masih banyak lagi penyimpangan perilaku lainnya. Hal tersebut tidak akan terjadi jika para orang tua sadar betul pentingnya pendidikan akhlak. Bagaimana caranya mengendalikan amarah? Bagaimana caranya berinteraksi dengan sesama? Bagaimana sebaiknya kita bersikap dengan orang yang berbeda pendapat dengannya? Semua itu penting diajarkan kepada anak-anak kita.

Akhlak mampu mempengaruhi ketentraman keluarga. Tidak mungkin ketentraman akan terjadi dalam hubungan sebuah keluarga jika anggotanya tidak memiliki akhlak yang baik. Jika antara anggota saling mencela, menghardik, ataupun saling menjatuhkan. Maka ketentraman keluarga akan sulit diwujudkan.

Akhlak  mempengaruhi kemajuan bangsa. Ini jelas terlihat di sekitar kita. Bagaimana banyak wakil daerah yang tidak sungguh-sungguh menyuarakan  aspirasi rakyat. Banyak juga para aparat negara yang malah sibuk memperkaya diri sendiri dengan korupsi uang rakyat. Hal itu tidak akan terjadi jika akhlak mereka baik. Uang rakyat akan kembali kepada rakyat. Aspirasi rakyat akan disampaikan dengan baik. Demo pun bisa dicegah agar tidak terjadi.

Dan Masih banyak lagi contoh akhlak yang buruk terjadi di negara kita. Tetapi semuanya bisa dicegah jika para orang tua memperhatikan pendidikan akhlaknya sejak dini. Dengan menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Dengan terus perduli dan menegur jika anak-anak berbuat salah. Bijak menghadapi anak-anak yang sedang pubertas.

Pada dasarnya pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi individu sebagai manusia sehingga dapat hidup secara optimal, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat serta memiliki nilai-nilai moral dan sosial sebagai pedoman hidup. Dengan demikian pendidikan memegang peran penting dalam menentukan baik buruknya akhlak manusia, dan akhlak menjadi standar utama kualitas manusia.

Pendidikan bukan hanya bertujuan membentuk manusia yang cerdas otaknya dan terampil dalam melaksanakan tugas, namun diharapkan dapat menghasilkan manusia yang berakhlak mulia.

Perumusan pengertian akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan mahluk dan hubungan antar makhluk. Perkataan ini bersumber dari kalimat yang tercantum dalam Al Qur’an :       وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang 31 agung” (Qs. Al Qalam:4)                        

Oleh karena itu makna akhlak memilki karakteristik, yaitu:

 1) Akhlak yang didasari nilai-nilai pengetahuan Ilahiyah

 2) Akhlak yang bermuara pada nilai-nilai kemanusiaan.

 3) Akhlak yang berlandaskan ilmu pengetahuan.

Pendidikan akhlak bagi siswa sangat penting, sebab baik atau buruknya akhlak siswa. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa munculnya konfik, tawuran dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para remaja adalah akibat ketidakberdayaan sistem pendidikan agama di Indonesia. Sebab pendidikan agama selama ini hanya menekankan kepada proses pentransferan ilmu kepada siswa saja, belum pada proses transformasi nilai-nilai luhur keagamaan kepada siswa, untuk membimbingnya agar menjadi manusia yang berakhlak mulia. Guru dalam mendidik siswanya harus mempunyai visi yang jelas. Dan salah satu visi yang utama harus dilakukan oleh guru dalam mendidik siswanya adalah menanamkan akhlak mulia. Sebab dari sejumlah fenomena permasalahan dikalangan pelajar yang terjadi dan semangkin bobroknya akhlak anak bangsa saat ini.

Sekolah sebagai tempat pendidikan kedua setelah keluarga, merupakan sebuah lembaga yang sangat penting bagi anak dalam upaya mengajarkan ajaran Islam sebagai pandangan hidup anak. Seiring dengan perkembangan zaman masa kini, banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh umat manusia. Ini semua disebabkan karena adanya kemunduran moral umat manusia dengan berbagai kehidupan dalam masyarkat. Dengan adanya pendidikan akhlak anak, seharus- nya umat manusia harus menjadi lebih baik, karena sejak kecil umat manusia telah dibekali dengan pendidikan akhlak. Namun pada kenyataanya, banyak dari umat manusia pada modern ini yang banyak mengalami krisis akhlak. Ini semua disebabkan adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah disepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Akhlak adalah suatu bentuk (karakter) yang kuat di dalam jiwa seseorang muncul perbuatan yang bersifat iradiyah ikhtiyariyah (kehendak pilihan) berupa baik atau buruk, indah atau jelek, sesuai pembawaanya, ia menerima pengaruh pendidikan yang baik ataupun yang buruk.

menurut saya karna pendidikan dan akhlak itu tidak dapat dipisahkan, terlebih lagi pada era zaman milenial ini dapat dilihat banyaknya anak didik yang kurang akan pendidikan akhlaknya. Kenapa saya katakan demikian ? ya karna dapat dilihat dengan jelas perilaku-perilaku yang kurang baik terhadap gurunya, teman dan orang tua. Seperti melawan guru, menantang orang tua, serta berperilaku tidak baik dengan temannya dan lain sebagainya.

Dalam hal itu harus ada juga peranan orang tua yang dapat membantu proses pembentukan akhlak, harus menanamkan pada tiap anak itu akhlakul karimah yang tidak menyimpang dari syariat islam. Itu pun harus ada bimbingan dan pengawasan orang tua yang selalu mengingatkan kepada anaknya jikalau anak itu berbuat yang tidak baik dan melanggar norma serta syariat.

Peran orang tua itu tidak hanya memerintah anaknya untuk berbuat baik tetapi harus juga memberinkan contoh kepada anaknya, karna kebiasaan anak itu tergantung dengan kebiasaan yang diajarkan orang tuanya.

Disamping itu juga ialah lingkungan, lingkungan salah satu faktor yang paling besar pengaruhnya bagi dunia pendidikan. Lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak didik. Bila anak tumbuh dan berkembangan di lingkungan yang baik, sopan santun, mengikuti dan patuh terhadap agama maka anak pun akan tercap baik. Akan tetapi sebaliknya, pengaruh buruk serta lingkungan juga merupakan kebiasaan yang cepat menular. Oleh karena itu orang tua harus benar-benar mengawasi dan memperhatikan pengaruh lingkungan terhadap pendidikan anaknya.

Pendidikan akhlak memiliki tingkatan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan pendidikan moral saja, karena di dalamnya mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang baik  sehingga anak didik akan mengikutinya dan mempraktekkannya di dalam kehidupannya mereka sehari-hari. Pendidikan akhlak sangat dibutuhkan saat ini karna pada era milenial sekarang dapat dilihat banyak anak didik yang sangat minim dengan yang namanya akhlak, mereka cenderung terbawa dengan sifat dan kebiasaan yang tidak baik sehingga menyebabkan mereka juga ikut terbawa arus yang salah.

Oleh karena itu Pendidikan akhlak merupakan bagian terpenting atau yang diwajibkan diajarkan oleh anak mulai dariusia dini dari sistem pendidikan nasional, dimana suatu pendidikan hendaklah dapat menjangkau dan dapat diakses dan dinikmati oleh seluruh lapisan pendidikan yang ada di dunia,yang tidak memandang akan adanya suatu pengecualian baik dalam hal keterbatasan sosial, fisik maupun ekonomi, dan dalam hal-hal tertentu.

Hubungan akhlak dengan pendidikan

  1. Pemahaman tentang akhlak membantu merumuskan tujuan pendidikan, yaitu membentuk manusia agar memiliki akhlak mulia atau kepribadian yang utama yang ditandai oleh adanya integritas kepribadian yang utuh, satunya hati, ucapan dan perbuatan, memiliki tanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat dan bangsanya, melaksanakan segala perintah Allah SWT.
  2. Pemahaman tentang akhlak membantu dalam merumuskan ciri-ciri dan kandungan kurikulum.
  3. Pemahaman tentang akhlak akan membantu dalam merumuskan ciri-ciri guru yang profesional, yaitu guru yang selain memiliki kompetensi akademik, pedagogic dan sosial, juga harus memiliki kompetensi kepribadian.
  4. Pemahaman tentang akhlak akan membantu merumuskan kode etik dan tata tertib sekolah, khususnya yang berkenaan dengan akhlak peserta didik.
  5. Pemahaman tentang akhlak akan membantu dalam menentukan metode dan pendekatan yang efektif dalam kegiatan belajar mengajar dalam melahirkan manusia yang memiliki akhlak mulia   dan karakter utama.

Pendidikan dan pembelajaran berbasis akhlak, moral, karakter dan sejenisnya dirancang secara terintegrasi dengan pendidikan dan pembelajaran lainnya. Ia tidak dapat berdiri sendiri sebagai mata pelajaran dan dilakukan secara dialogis(dialog bersama) bukan indoktrinasi (sosialisasi umum).

Membentuk pelajar memiliki akhlak yang mulia

  1. Penanaman nilai nilai yang baik

Ajarkan tantang nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kerja sama, dan menjadi seseorang yang mempunyai tanggung jawab.

  • Mengajarkan empati

Mengajarkan berempati terhadap orang lain, libatkan atau latih dalam kegiatan sosial, seperti kumjungan ke lembaga ataupun proyek.

  • Melatih keterampilan sosial

Mengembangan keterampilan dalam berbicara didepan orang lain, mengambil keputusan yang bijaksana.

  • Kolaborasi dengan orang tua

Libatkan orang tua dalam mendukung pendidikan akhlak mulia dan berbagi informasi serta pengalaman.

  • Menjadi teladan yang baik

Memberi contoh yang baik dalam perucap ataupun dalam tingkah laku.

Dalam kondisi sekarang ada faktor eksternal yang terealisasikan secara realita kebudayaan yang terus berubah-ubah karena kebanyakan budaya barat yang masuk yang akan mempersulit mempertahankan sopan santun dimanapun dan kapanpun. Selain tidak sopan dengan guru, remaja sekarang ini banyak yang tidak sopan dengan orang tuanya , seperti mamanggil orang tuanya dengan namanya, dan cara berpakaiannya karena menganut budaya barat yang memang kurang cocok untuk di Indonesia yang lebih condong ke budaya timur.

Adapun faktor internal yg mempengaruhi akhlak atau perilaku anak zaman sekarang itu dari diri anak itu sendiri, orang tua, lingkungan, tempat nongkrong, lingkungan sekolah, media sosial. Pengetahuan sopan santun yang memang kurang dari orang tua dan tidaknya mendengarkan pelajaran di kelas sehingga anak minim sekali pengetahuan tentang sopan santun. Cara berpakaian yang kurang sopan kepada anak zaman sekarang seharusnya jangan sampai terjadi lagi.

Melihat kondisi demikian lebih baik orang tua ikut berperan dalam membentuk etika, akhlak dari anaknya, dan orang tua di tuntut untuk mengajarkan nilai- nilai tersebut. Pembelajaran anak tidak dapat dilakukan dalam sehari, namun proses demi proses sehingga menghasilkan penerus bangsa yang paham akan budaya, tata krama dan sopan santun.

Karena pendidikan karakter banyak di kaitkan dengan pendidikan budi pekerti, akhlak mulia, moral, bahkan dapat membantu norma kesopanan pada anak. Melalui pendidikan karakter di harapkan anak dapat bersikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua maupun teman sebaya terlebih kepada guru-guru anak tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *